Proses lambat RIPH, Harga Pemicu Bawang Putih Melambung

    0
    72

    Jakarta – Stok bawang putih dan buah impor di pasaran sudah mulai khawatir. Bahkan, itu akan segera memasuki bulan puasa. Bahkan, Presiden Jokowi juga memberi tahu menteri-menterinya bahwa ketersediaan dan kecukupan bahan pokok sebelum bulan puasa dan Idul Fitri dapat dipenuhi.

    Lambatnya pemberian rekomendasi untuk mengimpor produk hortikultura (RPIH) dari Kementerian Pertanian (Kementan) dianggap oleh Ketua Asosiasi Hortikultura Nasional, Anton Muslim Arbi, karena tidak peka terhadap kepentingan warga dan memberi kesan " pemilih tebu "untuk kepentingan kuat partai politik.

    "Kami mengeluhkannya kemarin. Mengapa ini berhasil? Pada akhirnya orang mengira mereka pergi ke sana (ada kepentingan partai politik). Menteri ini adalah anggota partai," Anton Muslim Arbi, kepada wartawan di Jakarta, Jumat, 6 Maret , 2020.

    Lambatnya proses perizinan, menurut Anton, membuat stok bawang putih menipis dan harga kian melonjak. Proses perizinan yang berlarut-larut sebenarnya membuatnya curiga karena ada unsur politik di belakangnya, "Bagaimana mungkin birokrasi seperti ini? Jika semuanya baik-baik saja, itu akan diproses agar bisa keluar dengan cepat (izin)," katanya.

    Keluhan yang sama disuarakan oleh Asosiasi Pengusaha Bawang dan Sayuran Indonesia (Pusbarindo). Asosiasi meminta pemerintah segera menerbitkan Surat Izin Impor (SPI) dan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) baru sehingga proses dan waktu barang yang tiba di Indonesia bisa lebih cepat. Dari banyak anggota Asosiasi yang mengajukan RIPH dan SPI, hanya 1 yang telah memperoleh izin impor hingga saat ini.

    Padahal seharusnya, RIPH dari Kementerian Pertanian bisa keluar lebih cepat. Terutama untuk perusahaan yang proses administrasinya bersih dan jelas, dan rekam jejaknya jelas.

    "Dari SPI yang diterbitkan pada 26 Februari, ada 25.800 Ton, hanya 1 (satu) anggota PUSBARINDO yang menerima SPI, yaitu hanya 800 Ton, sekitar 3%," tambah Ketua II, Asosiasi Pengusaha Bisnis Bawang dan Sayuran Indonesia ( Pusbarindo) Valentino di Jakarta.

    Jumlah itu, lanjut Valentino, tidak cukup. Karena menurut perhitungannya, permintaan nasional per bulan sekitar 47 ribu ton, maka ada beberapa potensi kenaikan saat puasa dan menjelang lebaran. "Kira-kira, hingga akhir Mei (Idul Fitri) adalah 160 ribu ton. Ada kekurangan 100.000 ton," katanya.

    Sementara itu, menurut pengamat ekonomi dari Universitas Atma Jaya Rosdiana Sijabat, pemerintah harus lebih responsif terhadap masalah bahan pokok sebelum puasa dan lebaran. "Ini bukan masalah musiman. Kami tahu bahwa sampai sekarang pasokan bawang putih di negara ini hanya 5-10 persen dari kebutuhan domestik," jelas Rosdiana.

    Ia berharap Kementerian Perdagangan (Kemendag) dapat lebih cepat menerbitkan Surat Persetujuan Impor (SPI) kepada perusahaan-perusahaan tertentu untuk diimpor. "Prosesnya perlu dipercepat. Sedikit keterlambatan membuat harga di tingkat importir, distributor dan pedagang kecil hingga masyarakat naik tajam," pungkasnya.

    Sebaliknya, Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengakui bahwa pihaknya tidak langsung mengeluarkan seluruh SPI bawang putih. Menurutnya, kehati-hatian dilakukan karena ada beberapa perusahaan baru yang ikut dalam impor bawang putih. Ini berbeda jika importir adalah perusahaan lama yang selalu berpartisipasi dalam proses impor bawang putih ini dengan track record untuk mengimpor.

    "Kami akan mengecek lagi terutama jika kami memiliki perusahaan baru. Jadi jika Anda sudah memiliki referensi, kami juga akan melihat kinerjanya. Jadi kemarin kami menerbitkan beberapa dari mereka tapi tetap kami akan periksa dulu, terutama perusahaan baru," jelasnya.

    Sementara Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana juga menyatakan bahwa pihaknya hanya akan mengeluarkan SPI setelah ada pengajuan dari importir bawang putih yang telah menerima RIPH. "RIPH baru keluar pada 7 Februari. Soalnya, mereka mendapatkan RIPH belum tentu langsung melamar SPI," jelasnya.

    Dia mengatakan tidak ada SPI bawang putih yang akan dikeluarkan kembali dalam waktu dekat, karena memperhitungkan kebutuhan dalam negeri dan pengajuan dari importir. (*)

    Pos Proses lambat RIPH, Harga Pemicu Bawang Putih Melambung muncul pertama kali Infobanknews.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here