OJK yakin bahwa UMKM masih bertahan terhadap Covid-19

    0
    13

    Jakarta – Sektor UMKM adalah salah satu sektor yang paling terpengaruh oleh pandemi COVID-19. Padahal, sektor UMKM adalah tulang punggung perekonomian nasional. Meski begitu, Teguh Supangkat, Wakil Komisaris Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tetap optimis bahwa UMKM adalah sektor yang tangguh dalam menghadapi pandemi Covid-19.

    "Dari tahun ke tahun, UMKM adalah industri yang memang tangguh sebelum dan sesudah Covid-19, meskipun risiko kredit naik sedikit. Masih tahan terhadap guncangan. Ini terlihat dari NPL yang berada pada level 4,14%. Risiko kredit memang naik sedikit tetapi masih di bawah kendali, "kata Teguh melalui Infobank Webinar dengan tema MSME Gearing-Up Menjadi Normal Baru di Jakarta, Kamis, 25 Juni 2020.

    Lebih lanjut, Teguh mengatakan, ada 3 sektor ekonomi yang kinerjanya membaik di tengah pandemi. Sektor-sektor tersebut adalah pertanian, perburuan dan kehutanan. NPL dari ketiga sektor ini membaik pada Mei 2020 dibandingkan bulan sebelumnya

    "Terutama di sektor pertanian, perburuan dan kehutanan, NPL sebenarnya meningkat dari 2,39% pada April menjadi 2,31% pada Mei 2020. Ketiga sektor ini mungkin salah satu sektor yang paling dibutuhkan saat ini," katanya.

    Dengan peningkatan sektor UMKM, pemulihan ekonomi akan berjalan lebih cepat. Dengan demikian, perekonomian Indonesia akan dapat kembali normal ketika itu juga lebih cepat.

    Menurut data OJK, sektor perbankan saat ini telah memberikan pinjaman ke sektor UMKM sebesar Rp1.091,63 miliar. Porsi distribusi terbesar adalah dalam BUKU IV dengan 68% dari kredit UMKM. Sementara itu, 17% di BUKU III, 14% di BUKU II, dan 1% di BUKU I. (*) Evan Yulian Philaret

    Pos FSA percaya bahwa UMKM Masih Tahan Terhadap Covid-19 muncul pertama kali di Infobanknews.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here