Jumlah Anak Perusahaan BUMN Terus Dikurangi

    0
    40

    Jakarta – Upaya Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk melakukan rasionalisasi dan konsolidasi anak perusahaan BUMN terus berlanjut. Ini karena banyak anak perusahaan BUMN yang memiliki portofolio serupa dan juga kurang optimal dalam memberikan nilai tambah bagi perusahaan induk.

    Adapun proses rasionalisasi dan konsolidasi ini, Menteri BUMN, Erick Thohir, telah melakukan penelitian yang panjang. Sebenarnya proses penyederhanaan ini sebenarnya sudah dilakukan sejak akhir 2019 dan berlanjut hingga hari ini.

    "Rasionalisasi dan konsolidasi ini diharapkan menghasilkan peningkatan efektivitas operasional dan tata kelola bisnis yang optimal," kata Erick Thohir.

    Dalam prosesnya, Menteri BUMN menekankan bahwa perusahaan milik negara harus meminimalkan pengurangan jumlah Sumber Daya Manusia (SDM).

    Untuk itu, setiap BUMN telah menyiapkan strategi dan skenario rasionalisasi dan konsolidasi karyawan, termasuk melalui optimalisasi dan transfer tugas antara anak perusahaan dan dengan perusahaan induk.

    "Kami akan terus berkoordinasi dengan masing-masing BUMN untuk memastikan bahwa proses ini dilakukan sesuai dengan UU Ketenagakerjaan dan peraturan lain yang berlaku," tambah Menteri BUMN.

    Sementara itu, BUMN yang akan dan sedang melakukan rasionalisasi dan konsolidasi termasuk Pertamina.

    Saat ini, Pertamina memiliki 25 perusahaan yang tidak aktif dan siap untuk dirasionalisasi. Dari 25 perusahaan, 4 perusahaan berstatus Likuidasi (DL), 3 perusahaan diusulkan untuk likuidasi, dan 1 perusahaan diusulkan untuk divestasi. Sehingga dalam jangka pendek pada 2020 akan ada rasionalisasi 8 perusahaan. Proses rasionalisasi ini akan berlanjut setelah 2020.

    Selain itu ada juga Telkom Indonesia. Telkom akan mengkonsolidasikan 20 anak perusahaan yang memiliki portofolio serupa atau yang saat ini masih belum optimal dalam memberikan nilai tambah pada perusahaan telekomunikasi digital, yang akan dilakukan secara bertahap hingga tahun 2021.

    Selain itu ada juga Garuda Indonesia. Perusahaan saat ini memfokuskan kembali ke bisnis inti. Karenanya, Garuda akan merasionalisasi 6 (enam) cucu perusahaan yang operasinya belum optimal dalam memberikan pengembalian dan nilai tambah bagi Grup Garuda Indonesia. (*)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here