Inilah Beberapa Hal Yang Harus Dilakukan Ketika Kehilangan Pekerjaan

0
52

Kehilangan pekerjaan memang merupakan risiko yang harus diantisipasi oleh siapa pun. Baik karena pemutusan hubungan kerja (PHK), pengunduran diri, atau pensiun. Masalahnya adalah, jika seseorang kehilangan tiba-tiba seperti melalui PHK, pasti ada tantangan psikologis dan finansial yang harus dihadapi. Ini terjadi karena tidak banyak orang bersiap untuk kejadian darurat seperti PHK.

Sepanjang 2017, Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) mencatat ada 9,822 orang yang di-PHK. Sejak resesi yang disebabkan oleh wabah COVID-19, semakin banyak orang kehilangan penghasilan, bahkan kehilangan pekerjaan. 1.732 orang di-PHK karena pandemi, sementara 3.703 pekerja di-PHK.

Karena itu, penting bagi siapa pun untuk bersiap menghadapi situasi yang tidak pasti ini. Berikut adalah beberapa hal yang harus Anda lakukan jika sewaktu-waktu Anda di-PHK.

1. Jangan panik

Tidak mudah untuk tenang jika Anda tiba-tiba kehilangan pekerjaan. Tetapi ini adalah langkah pertama yang harus dilakukan.

Anda harus menerima situasi bahwa Anda tidak lagi bekerja. Gunakan satu atau dua hari untuk menenangkan diri, kemudian mulailah menyusun langkah selanjutnya.

Pemberhentian dapat terjadi karena berbagai alasan. Jangan biarkan PHK membuat Anda merasa tidak aman tentang keterampilan kerja Anda. Dengan pola pikir positif ini, Anda masih bisa berteman baik dengan kolega di kantor lama.

2. Perhatikan prosedur pembayaran pesangon

Langkah-langkah berikut ini sangat penting untuk diperhatikan. Karena pesangon yang diterima dapat menopang hidup Anda sampai Anda mendapatkan pekerjaan kembali.

Minta personel untuk menjelaskan prosedur penarikan pesangon dan kapan menariknya. Di bawah ini adalah ketentuan untuk uang pesangon dan Penghargaan Kerja Jangka Panjang (UPMK) yang berlaku sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 bab 156 ayat 2 dan 3.

[table id=397 /]

Sumber: kemenperin.go.id

Perlu diingat bahwa ada perusahaan yang membayar pesangon dengan mencicil. Karena itu, pastikan Anda memahami bagaimana perusahaan membayar pesangonnya.

3. Tingkatkan CV dan profil Anda di media sosial

Langkah ini adalah langkah yang harus segera Anda ambil jika Anda tenang dan siap berpindah untuk karier selanjutnya.

Hal utama yang harus dilakukan adalah memperbarui CV atau resume Anda. Tambahkan informasi terbaru, dan jangan lupa untuk menggunakan tampilan sederhana sehingga semua informasi yang tercantum jelas untuk dibaca. Siapkan juga foto-foto terbaru untuk dimasukkan dalam resume Anda.

Resume ini, selain dikirim ke perusahaan tempat Anda melamar melalui surel, Anda juga dapat memposting resume di Linkedin dan situs-situs pencarian kerja. Langkah ini lebih praktis karena Anda dapat mengirim resume tanpa harus menulis email.

Jangan lupa mengubah status pekerjaan di media sosial, terutama Linkedin. Pembaruan profil pada Linkedin dapat menarik perekrut untuk menawarkan posisi baru. Jika Anda memiliki portofolio, maka sertakan tautan sehingga rekrutmen dapat melihat pekerjaan Anda.

Tetapi jika Anda tidak memiliki portofolio, pastikan untuk berkomunikasi dengan rekan kerja untuk menulis ulasan di profil Anda. Selain itu, minta juga mereka untuk merekomendasikan Anda jika ada lowongan pekerjaan.

4. Temukan sumber penghasilan sementara

Langkah ini sangat penting karena beberapa alasan. Tidak hanya sebagai sumber penghasilan sampai Anda memiliki penghasilan tetap, tetapi juga membuat Anda tetap dalam rutinitas.

Jika Anda tiba-tiba hidup tanpa rutinitas, maka kondisi ini akan membuat Anda semakin stres. Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mendapatkan penghasilan sementara.

Bekerja pada proyek / freelancer

Bahkan jika Anda tidak mendapatkan penghasilan sebanyak Anda bekerja penuh waktu, memiliki pekerjaan paruh waktu dapat membuat penghasilan Anda terus mengalir.

Anda dapat menggunakan keahlian apa pun untuk melakukan pekerjaan paruh waktu, atau mengerjakan proyek. Misalnya bagi Anda yang memiliki kemampuan menulis, bisa jadi penulis hantu.

Ada beberapa situs web yang menyediakan berbagai proyek online, termasuk Kaskus, Upwork, atau Guru.

Anda juga bisa menjadi tutor untuk anak-anak di sekitar tempat tinggal. Ada juga banyak tempat les yang mempekerjakan guru paruh waktu.

Gunakan apa pun yang Anda bisa untuk menjaga penghasilan Anda. Promosikan layanan yang ingin Anda tawarkan kepada keluarga dan teman. Anda tidak akan pernah tahu dari mana proyek atau pekerjaan paruh waktu berasal.

Daftar untuk menjadi pengemudi Go-Jek atau Grab

Memang ada beberapa orang yang malu menjadi pengemudi Go-Jek atau Grab. Tetapi Anda harus rela mengesampingkan prestise Anda dan melakukan apa pun yang sah untuk menjaga penghasilan di sana.

Gunakan aset kendaraan yang dimiliki untuk menjadi pengemudi atau pengemudi layanan transportasi online. Keuntungan dari pekerjaan ini adalah Anda dapat mengatur jam kerja Anda sendiri. Jadi, Anda punya waktu untuk melakukan wawancara kerja.

Cara mendaftar juga tidak perlu banyak waktu karena bisa dilakukan secara online. Perlu diingat, Anda perlu menyiapkan persyaratan sebelum melakukan registrasi online.

5. Mengatur ulang keuangan

Selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah mengencangkan ikat pinggang. Mulai dari meninjau pengeluaran yang tidak perlu yang telah Anda lakukan, hingga mengurangi anggaran bulanan.

Dengan berkurangnya sumber pendapatan, Anda harus bisa mengatur sumber uang yang ada untuk memenuhi kebutuhan hidup. Bahkan, jika Anda mendapatkan pekerjaan lagi, gaji pertama datang setelah satu bulan Anda bekerja.

Karena itu, Anda masih harus dapat menghemat uang dalam persiapan untuk memulai pekerjaan baru nanti. Ini juga fungsi pekerjaan paruh waktu atau proyek yang mencegah berhentinya aliran pendapatan. Sebagian dari penghasilan Anda dapat disisihkan untuk digunakan nanti.

Periksa juga tunjangan kesehatan Anda, apakah itu berasal dari asuransi atau BPJS Kesehatan. Menjaga kartu BPJS Kesehatan Anda tetap aktif akan membantu ketika Anda tiba-tiba sakit dan membutuhkan perawatan.

Tulis rencana keuangan Anda dan lacak setiap pengeluaran. Dengan demikian, Anda bisa mengikuti anggaran yang ada dengan lebih mudah.

Jika ternyata Anda membutuhkan uang ekstra, maka menjual barang yang tidak terlalu dibutuhkan bisa menjadi pilihan. Baik itu dalam bentuk pakaian yang masih baru tetapi belum dipakai, aksesori, mainan, patung, atau gadget yang tidak benar-benar dibutuhkan.

Anda dapat menggunakan media sosial, grup obrolan di aplikasi WA, atau mengirimnya langsung ke

teman dan keluarga. Langkah ini bisa dilakukan sambil mencari peluang kerja paruh waktu.

Tentu tidak ada yang mau kehilangan pekerjaan. Oleh karena itu, melakukan penghematan darurat saat Anda masih bekerja adalah suatu keharusan.

Lebih baik lagi, jika Anda membangun bisnis sampingan saat Anda masih bekerja. Selain mendapatkan pendapatan tambahan, bisnis sampingan juga dapat digunakan sebagai pegangan saat Anda kehilangan pekerjaan.

Posting Di Sini Adalah Beberapa Hal yang Harus Dilakukan Ketika Kehilangan Pekerjaan muncul pertama kali di Aturduit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here